Medan, 19 April 2010 - Sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan nilai tambah dan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), TELKOM Divisi Business Sumatra melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Asosiasi dan Komunitas UMKM se-Sumatra dalam rangka pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) untuk pengembangan dan pemberdayaan UMKM di Sumatra pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Acara yang berlangsung di Hotel Arya Duta Medan, Jum'at (16/04) tersebut dihadiri oleh General Manager Segmen Divisi Business Service TELKOM Hesti Nugrahani, Kepala Dinas Kamar Dagang & Industri (KADIN) Sumatera Utara, Jonner Napitupulu, Kepala Dinas Koperasi & UKM Sumatera Utara Jonni Pasaribu, GAPENSI Sumut, Asosiasi Real estat, Perbarindo, HIPMI dan Asosiasi Travel Indonesia.
Hesti mengawali sambutannya mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan bukti semakin serius dan fokusnya Telkom dalam menggarap segmen UMKM terkait dengan potensi bisnisnya yang sangat menjanjikan. TELKOM sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang memiliki berbagai solusi ICT akan terus memberikan perhatian dan dukungan serius terhadap pengembangan UMKM di Indonesia.
Hesti menambahkan bahwa TELKOM siap menyediakan wadah bagi UMKM untuk mempromosikan dan menjual komoditasnya secara online melalui fasilitas Website e-commerce. TELKOM bahkan telah mendirikan unit bisnis tersendiri untuk melayani segmen bisnis Usaha Kecil dan Menengah dengan sebutan Divisi Business Service (DBS). Melalui DBS, Telkom akan memberikan pelayanan solusi ICT kepada pelanggan UMKM secara fokus.
Sementara itu Kadin Sumatera Utara, Jonner Napitupulu, yang mewakili komunitas UMKM menyambut baik penandatanganan kesepakatan dengan TELKOM. Jonner berharap, dukungan ini bisa mengatasi permasalahan utama dalam bisnis UMKM, yakni keterbatasan ruang dan pangsa pasar.
Menurut Jonner, kebutuhan UMKM terhadap solusi ICT akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya tuntutan efisiensi dan globalisasi. “Pemanfaatan ICT yang berbagai aplikasi dan aspek connectivity faktanya merupakan sesuatu yang tak terelakkan. Apalagi ketika perusahaan ingin tetap eksis dan keluar sebagai pemenang dalam kancah persaingan bisnis,” ujarnya.