Telkom Peduli

TELKOM CDC Salurkan Rp 6,7 Miliar di Pakidulan Banten Selatan

Kendati tergolong kawasan yang kurang mendapat sentuhan perhatian pemerintah Propinsi Banten, kawasan Banten Selatan mencakup Kabupaten Lebak (Rangkasbitung) dan Pandeglang, tetap menjadi bagian perhatian TELKOM terkait upaya mengangkat, mengembangkan dan memajukan tingkat sosial ekonomi warga masyarakatnya. Demikian disampaikan Manager CDC Divre III Dhofir Sunhaji didampingi JM. Kancatel Rangkasbitung Joko Wiyono dan Asman CDC Kandatel Sukabumi Joko Sutopo dihadapan 64 Mitra Binaan kawasan Benten Selatan di Public Room lantai II Gedung Kancatel Rangkasbitung jalan Multatuli No. 4, Rabu 19 September 2007

Dikatakannya, niat baik TELKOM, khususnya Divisi Regional III Jawa Barat & Banten dalam memberi sentuhan bantuan pinjaman lunak kepada warga masyarakat yang sedang menjalankan usaha kecil, tidak sebatas menyerahkan sejumlah dana, lebih dari itu, TELKOM akan bertanggung-jawab secara totally melakukan pengawalan sejak dari pengelolaan uang pinjaman, peningkatan wawasan bisnis, kemampuan administrasi, pengembangan inovasi produk hingga ke teknis memasuki segmentasi pasar, sepanjang para mitra binaan juga memiliki itikad baik untuk secara tertib dan teratur memenuhi kewajiban dalam kelancaran pengembaliannya.

Berdasarkan penuturan JM. Kancatel Rangkasbitung Joko Wiyono sepanjang kurun waktu 6 tahun terakhir, pihaknya berhasil memberdayakan tidak kurang dari 727 mitra binaan di 2 kawasan Banten Selatan (Pakidulan) dengan total nilai bantuan mencapai Rp. 6.781.900,- sepanjang tahun 2007 ini, Kancatel Rangkasbitung dan Pandeglang masih menurut Joko pada Triwulan III/ 2007 ini kembali memberi bantuan pinjaman lunak kepada 64 mitra binaan dengan total nilai Rp. 1,45 Miliar yang realisasinya dilangsungkan saat ini.

Berdasarkan data collecting yang diperoleh, Kancatel Divre III di kawasan Banten Selatan masih menghadapi kendali khususnya di dua mitra binaan sektor budidaya perikanan lokasi Labuan dan Sumur Ujung Kulon sejak tahun 2005 yang menunggak dengan nilai pinjaman cukup material. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap prosentase pencapaian collecting yang apabila lancar tentunya mampu mendongkrak pencapaian collecting hingga 90%.