Telkom Peduli

Mitra Binaan Surabaya Timur Pameran Di JCC, Jakarta

Komitmen TELKOM CDC untuk peduli kepada Pengusaha Kecil Menengah tak hanya sekedar memberikan guliran pinjaman dana saja, tetapi lebih jauh dari itu juga ikut memasarkan dengan membawa produk ke ajang pameran bergengsi di Jakarta Convention Center (JCC) selama 5 hari, yaitu sejak 12-16 September 2007. Produk yang diusung Manajemen CDC Surabaya Timur (SBT) untuk menggelar pameran di Jakarta adalah Kerajinan Perak dari Dusun Jeruk Desa Tanjungan Kec. Kemlagi Mojokerto milik Kasiono dan produk Pakaian Batik milik Putu Sulistiani. Keduanya sangat bangga dan senang bisa menggelar pameran di Ibu kota.

Kasiono, adalah Pria asal Mojokerto kelahiran tanggal 28 Agustus 1968 memulai usahanya sejak tahun 1991. Menjadi mitra Binaan PT. TELKOM pertama kali sejak triwulan 3 tahun 2003 dengan. Saat itu mendapat pinjaman modal dari PT. TELKOM sebesar 8 juta rupiah. Setelah itu pada Pada TW. 4 2006 Kasibno mendapat bantuan kembali dari PT. TELKOM sebesar 35 juta rupiah. "Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk mengembangkan usaha dan binsis saya", ujar Kasiono. Yang sebelum dibina baru memiliki 3 orang pegawai dan setelah dibina meningkat menjadi 5 orang pegawai dengan omzet 25 juta perbulan. Produk andalan dari Kasiono adalah macam-macam perhiasan, seperti : kalung, gelang, cincin, anting, lionting, asesories. 90% dipasarkan di Bali.

Sedangkan Putu Sulistiani, Perajin Batik kelahiran Singaraja tanggal 5 Agustus 1957 memulai usahanya pada tahun 2004. Walaupun baru berjalan 3 tahun, namun usahanya berkembang cukup pesat, terutama sejak mendapat bantuan pinjaman dana Kemitraan PT. TELKOM. Menjadi MB PT. TELKOM sejak Triwulan-III/2005 dengan kode MB 5200050492. Saat itu mendapat bantuan pinjaman sebesar 25 juta rupiah. Menurutnya bantuan pinjaman dari PT. TELKOM sanagat besar manfaatnya bagi pengembangan usahanya. Bantuan tersebut selain untuk menambah modal juga untuk merenovasinya tempat usaha. Tenaga kerja sebelumnya adalah 10 orang, tetapi setelah dibina TELKOM menjadi 18 orang.

Asset dari Rp. 25 juta menjadi Rp. 50 juta, demikian juga dengan Omzet yang semula sebelum dibina hanya Rp. 25 juta per bulan, kini meningkat dua kali lipat menjadi Rp. 50 juta per bulannya, suatu Growth yang sangat fantastis bagi pengusaha sekelasnya. Produk Batik Tulisnya dipasarkan di Surabaya, Bali, Lombok dan Jakarta.