21 Nopember 2008 |
Home |

Berita Terbaru
- Berbagai Atraksi dan Kegiatan Sosial Akan Semarakkan Event Speedy Tour d’Indonesia
- Speedy Tour d'Indonesia Dapat Tingkatkan Citra Indonesia
- Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
- TELKOM Kembali Membangun Fastel Di Pulau-Pulau Terluar Indonesia
- Luncurkan Promo Poin Reward Bertajuk “Telepon Rumah Rezeki Tumpah”
CDC TELKOM Surabaya Timur Sudah Gulirkan Dana Rp. 21 Milyar
Jumlah Mitra Binaan mulai 2001 hingga 2007 sudah mencapai 1.623 Orang, sedang selama 7 tahun itulah TELKOM CDC Surabaya Timur (SBT) sudah memberikan pinjaman dana bergulir sebesar lebih kurang Rp. 21 Milyard, artinya TELKOM sangat peduli terhadap lingkungannya, kata GM TELKOM SBT, M. Firdaus pada sambutan penyerahan Dana Pinjaman Bergulir Triwulan-III/2007 kepada 66 Calon Mitra Binaan Gedung OPMC SBT, Senin (10/9).
Jumlah dana yang disalurkan pada Triwulan-III/2007 ini adalah sebesar Rp. 861.000.000,- kepada 66 orang pengusaha lemah yang bergerak di berbagai sector, antara lain Industri, Perdagangan, Peternakan, Perikanan dan Jasa, yaitu yang related dengan bisnis TELKOM.
Firdaus berharap agar kedepan porsi pinjaman bergulir lebih ditekankan kepada bisnis yang related dengan TELKOM, sehingga dan pinjaman bergulir akan lebih focus, benar-benar kemitraan dengan bisnis TELKOM. Disatu sisi TELKOM akan survive, disisi lain Mitra Binaan akan terus menikmati pinjaman bergulir.
Bayangkan, masih kata Firdaus, kalau dalam kurun waktu 7 tahun TELKOM SBT sudah menyalur pinjaman bergulir sebesar Rp. 21 Milyar, maka kalau kita rata-ratakan, maka berarti dalam setiap tahunnya mampu membantu sebesar Rp. 7 Milyar, sebuah angka yang tidak main-main. Keseriusan TELKOM untuk memajukan tingkat perekonomian rakyat memang sangat serius, kuncinya.
Jumlah dana yang disalurkan pada Triwulan-III/2007 ini adalah sebesar Rp. 861.000.000,- kepada 66 orang pengusaha lemah yang bergerak di berbagai sector, antara lain Industri, Perdagangan, Peternakan, Perikanan dan Jasa, yaitu yang related dengan bisnis TELKOM.
Firdaus berharap agar kedepan porsi pinjaman bergulir lebih ditekankan kepada bisnis yang related dengan TELKOM, sehingga dan pinjaman bergulir akan lebih focus, benar-benar kemitraan dengan bisnis TELKOM. Disatu sisi TELKOM akan survive, disisi lain Mitra Binaan akan terus menikmati pinjaman bergulir.
Bayangkan, masih kata Firdaus, kalau dalam kurun waktu 7 tahun TELKOM SBT sudah menyalur pinjaman bergulir sebesar Rp. 21 Milyar, maka kalau kita rata-ratakan, maka berarti dalam setiap tahunnya mampu membantu sebesar Rp. 7 Milyar, sebuah angka yang tidak main-main. Keseriusan TELKOM untuk memajukan tingkat perekonomian rakyat memang sangat serius, kuncinya.


