Telkom Peduli

TELKOM Berikan Pengobatan Gratis Korban Lumpur Lapindo

Duka korban Lumpur panas Lapindo seakan tak kunjung reda. Air mata ratapan seakan sudah mengering, lumpur panas yang melalap habis sejumlah desa di Porong Sidoarjo lebih dari setahun ini, begitu menyayat hati. Budaya, sistem sosial ekonomi dengan segala pranata dan kompleksitasnya hilang terenggut oleh ganasnya lumpur panas PT Lapindo milik keluarga Bakrie.

Hingga saat ini permasalahan yang dihadapai masyarakat tersebut tak kunjung ada titik temunya, proses ganti rugi dan upaya penghentian luapan lumpur juga semakin pelik untuk menemukan solusinya. Namun hari ini Selasa (11/9) duka itu sedikit terobati, warga desa Renokenongo korban lumpur panas Lapindo Ring II bisa sedikit tersenyum, Sekar Uner V bersama Yakes Telkom, bekerja sama dengan Yayasan Tanggul Bencana (YTB) melakukan bakti sosial pengobatan gratis untuk korban lumpur panas Lapindo Ring II di desa Reno Kenongo kecamatan Porong. Selain pengobatan gratis juga disumbangkan seragam baru dan buku cerita untuk 300 murid MI Khalid bin Walid.

Bhakti sosial yang dilakukan di pelataran MI Khalid bin Walid tersebut, dilakukan dalam rangka peringatan Hari Bhakti Postel tahun 2007. Sebagai bentuk kepedulian Telkom kepada masyarakat korban, acara tersebut juga dihadiri oleh pengurus Posko Nahdlatul Ulama (NU) Dra. Ainur, Wakil direktur Yayasan Tanggul Bencana (YTB) Victor dan ketua DPD Sekar Telkom Uner V Tulus Widodo yang menyaksikan dan ikut berpartisipasi langsung dalam acara tersebut.

Tercatat sekitar 300 warga Reno Kenongo berbondong-bondong mendatangi pengobatan gratis tersebut, selain itu pihak panitia juga membagikan sejumlah makanan dan minuman sehat seperti susu dan kue untuk murid-murid MI Khalid bin Walid dan para pasien yang datang berobat. “Bantuan ini bukan untuk menebus kesedihan mereka, melainkan wujud kepedulian kita terhadap masyarakat korban yang juga merupakan pelanggan Telkom”, papar Tulus Widodo. Selain itu panitia juga memberikan failitas “Free Family Call dengan Flexi Home” untuk para korban yang hendak menghubungi keluarganya yang tercerai berai akibat bencana lumpur. Bhakti Sosial yang menghabiskan dana sekitar 19 juta tersebut berakhir dengan senyum bahagia warga yang pulang membawa obat dan kue yang diberikan panitia.