Telkom Peduli

TELKOM Bantu Perpustakaan Prof. Dr. Doddy A. Tisna Amidjaja

Untuk mengembangkan dan meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat, TELKOM memberikan bantuan kepada Yayasan Perpustakaan Prof. Dr. Doddy A. Tisna Amidjaja Bandung sebesar Rp 120 Juta. Dana yang diperuntukkan bagi pengembangan perpustakaan dan pelestarian budaya Sunda ini diserahkan oleh Direktur Keuangan Sudiro Asno didampingi Komisaris TELKOM Arief Arryman di Bandung, Senin 10 September 2007.

Dana diterima oleh Badan Pengurus Perpustakaan Prof. Dr.Doddy A. Tisna Amidjaja, Ny. Dien Sardinah Tisna Amidjaja, di lokasi perpustakaan Jl.Mutumanikam 69 Buah Batu Bandung. Selain sumbangan TELKOM tersebut, Sudiro Asno juga menambahkan bantuan secara pribadi kepada perpustakaan peninggalan tokoh yang pernah menjadi Rektor ITB tersebut.

“Selain sebagai sumber informasi dan dokumentasi ilmu dan budaya, perpustakaan juga berfungsi sebagai pembelajaran masyarakat atau community learning center karena melalui baca kita akan banyak tahu,” ujar Arief Arryman dalam sambutannya. Arief juga berharap TELKOM melalui CDC dapat mengembangkan perpustakaan yang bersifat teknologi informasi virtual dengan menggunakan teknologi internet.

Perpustakaan Prof. Dr. Doddy A. Tisna Amidjaja yang berdiri pada tanggal 5 Mei 1994 saat ini memiliki koleksi 32.500 buku, dimana sekitar 5.324 eksemplar di antaranya merupakan koleksi khusus tentang budaya Sunda (Sundanologi). Koleksi buku tersebut telah banyak di manfaatkan oleh para pengunjung, mulai dari anak-anak, remaja dan para peneliti baik dari dalam dan luar negeri. Menurut Ketua Yayasan Prof. Dr. Doddy A. Tisna Amidjaja, Arry Djauhari, dengan adanya bantuan dari TELKOM ini perpustakaan Prof. Dr. Doddy A. Tisna Amidjaja akan meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya ke depan akan lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Ny. Dien Sardinah Tisna Amidjaja memberikan sebuah lukisan abstrak hasil karyanya dengan judul “Hijau Yang Tersisa” yang diserahkannya kepada Sudiro Asno. Ny. Dien memaparkan, lukisannya itu menceritakan bagaimana lingkungan saat ini yang telah rusak. “Semoga lukisan ini dapat mengingatkan kita kepada lingkungan,” ujar Sudiro Asno sambil menerima lukisan tersebut.