Telkom Peduli
 
Telkom Peduli

Di Masjid Darul Ihsan Dir HC & GA Sambut Ramadhan

 
Kami selalu menginginkan Pemuda
Yaitu setiap diri, berapapun usianya,
Namun, jiwa-jiwanya selalu hidup, kuat, dan selalu terbaharui
Hati yang baru itu senantiasa bergelora dan berkibar
Hati itu menumbuhkan ruh yang terobsesi untuk menuju cita-cita yg tertinggi
(Asyahid Imam Hasan Al-Banna)

Barang siapa yang semasa hidupnya tidak pernah berkarya,
Maka hendaklah ia segera ditakbirkan 4 kali,
Karena sesungguhnya ia telah wafat sebelum masanya
Demi Allah, hakekat pemuda adalah setiap diri yang berbekal ilmu, karya dan taqwa
Maka, jika setiap diri tidak memiliki bekal itu,
jangan anggap dia sebagai pemuda

(Imam Syafi’i)

Itulah bait-bait puisi yang dibaca oleh Dir HC & GA dalam Tarhib (menyongsong) Ramadhan di Masjid Darul Ihsan GKP TELKOM, Jl Japati No 1 Bandung, tanggal 10 September 2007. Hadirin tampak terkesima dan sesaat tercenung memikirkan bait-bait puisi yg bermakna sangat dalam tersebut. Sebagaimana dilaporkan oleh Ketua Panitia, Ramadhan 1428 H di Masjid Darul Ihsan PT TELKOM mengambil tema : ”Spiritual Capital sebagai Modal Penataan Budaya Korporasi PT TELKOM.” Didalamnya akan ada kajian marathon bertema Spiritual Capital dengan melibatkan beberapa Ustadz yang sangat kompeten di bidangnya. Tidak kurang Prof Quraish Shihab, Prof Amien Rais dan Dr Hidayat Nurwahid akan memberikan kajian Spiritual Capital ini di Masjid Darul Ihsan.

Faisal yang pada kesempatan tersebut bersama BMM TELKOM menyerahkan bantuan Beasiswa kepada 38 Siswa SD, SMP, SMA dan PT (dari 111 proposal) sangat apreciate dengan penataan kegiatan Ramadhan 1428 H di Masjid Darul Ihsan kali ini, seraya berharap Baperohis di Datel atau Divre juga menata kegiatan Ramadhan dalam suatu aktivitas yang terukur serta ada ultimate goalnya. Beliau menukil satu kisah sahabat Rasulullah yaitu Mush’ab bin Khubaib Al Ansyari yang ikhlas dan berani menantang maut saat Kaum Kafir Quraisy mencoba mengancam Rasulullah. Sikap tersebut bukan terjadi dengan sendirinya, tetapi ada suatu proses yang membentuknya. Analoginya adalah seperti pembangkit listrik suatu kota yang mampu membawa nyala terang lampu ke rumah-rumah. Pembawanya adalah kabel-kabel yang sejatinya adalah setiap individu sholih yang mampu mentransfer kesholihannya.

Dalam kesempatan tersebut Faisal mengutip tujuh tingkatan spirit yg dijelaskan dalam Al-Qur’an, yaitu : Diri Amarah, Diri Pencela, Diri yang Terilhami, Diri yang Tenang, Diri yang Ridha, Diri yang Diridhai serta Diri yang Sempurna. Melalui momen Ramadhan ini Faisal berharap terjadi proses transformasi dan transendensi spirit kebaikan dari tingkatan terendah sampai tertinggi, sehingga membawa efek positif bagi budaya korporasi. Sikap saling menghormati, bertegur sapa dan mengucap salam, positive thinking adalah contoh-contoh budaya korporasi yang sangat positif, yang bisa terbangun di momen Ramadhan ini.

Akhirnya atas nama pribadi, BOD dan BOC Dir HC & GA menyampaikan selamat menunaikan ibadah Ramadhan, serta mengajukan permohonan maaf lahir dan batin, serta berharap proses maaf memaafkan dan semangat berbagi dengan kaum yang berhak seperti yang telah dilakukan tersebut dapat mensucikan setiap diri menyambut bulan yang suci ini.
.
 
Peta Situs | Tanya Jawab T2:0.10477Seconds
Committed 2U