Pojok Media

Telkom Sudah Melakukan Share Buyback Jauh Sebelum Krisis Terjadi

Jakarta , 11 Oktober 2008 – PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk telah mengambil langkah pembelian kembali sahamnya yang beredar di bursa sejak 2005. Jadi, jauh sebelum krisis global terjadi di bidang keuangan, Telkom telah mengambil langkah yang sekarang ternyata sangat penting dalam membantu pemulihan ekonomi nasional.

Program pembelian kembali saham Telkom senilai Rp 3 triliun melalui program Share Buyback (SBB) Tahap III didorong oleh keinginan Telkom untuk meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan mengembalikan kelebihan arus kas ( excess cash ) pada para pemegang saham.

Telkom menganggap harga saham perseroan saat ini masih berada jauh di bawah nilai wajarnya sebagai akibat dari sentimen negatif yang terjadi pada bursa global. Kesadaran tersebut, demikian Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, sudah berlangsung lama, dan semakin kuat ketika bursa saham global mengalami guncangan hebat akibat krisis di AS.

Sebelumnya, melalui program SBB I yang disetujui RUPSLB Telkom 21 Desember 2005 dan berakhir 21 Juni 2007, Telkom berhasil membeli kembali sejumlah 211.290.500 lembar saham atau 1,05% dari seluruh modal Perseroran yang telah ditempatkan dan disetor dengan harga rata-rata sebesar Rp 8.654 per saham.

Berikutnya, RUPST Telkom pada 29 Juni 2007 menyetujui program SBB II yang diakhiri jangka waktu pembeliannya pada 19 Juni 2008. Sampai dengan tanggal 16 Mei 2008, Telkom telah membeli kembali sebanyak 187.130.500 saham atau 0,93% dari seluruh modal Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor dengan harga rata-rata sebesar Rp 9.326 per saham atau seluruhnya sejumlah Rp 1.745.989.133.288.

Sampai dengan 18 Juni 2008 Telkom telah melakukan pembelian kembali sejumlah 202.520.000 lembar saham pada harga rata-rata Rp 9,235 per lembar saham atau senilai total sekitar Rp 1,9 Triliun.

SBB III sekaligus merupakan jawaban atas imbauan Pemerintah agar BUMN membeli kembali saham-sahamnya, terkait krisis finansial global yang dampaknya juga terasa di Indonesia. ”Share Buyback merupakan pogram yang diagendakan cukul lama oleh Telkom dan rencana SBB III telah disetujui dalam RUPST pada 20 Juni 2008,” jelasnya. ”Telkom akan melaksanakan SBB III sesuai jadwal,” ujarnya seraya menambahkan besarnya dana yang dicadangkan untuk SBB III mencapai Rp 3 Triliun dalam jangka waktu 18 bulan, terhitung 23 Juni 2008 dan berakhir 22 Desember 2009.

Tentang PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“TELKOM”) merupakan perusahaan penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi ( full service and network provider ) terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan jasa InfoCom baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi, mencakup antara lain telepon tetap, jasa telepon nirkabel, jasa telepon bergerak, data & internet dan network & interkoneksi. Saham TELKOM terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX: TLKM) dan menerbitkan American Depository Shares yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE: TLK) dan London Stock Exchange (LSE: TKIA).

Untuk Keterangan Lebih Lanjut, Hubungi :
Eddy Kurnia
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-22-4527455
Fax. 62-22-4521411
Email : eddy_k@telkom.co.id
Website : http://www.telkom.co.id