
- Berbagai Atraksi dan Kegiatan Sosial Akan Semarakkan Event Speedy Tour d’Indonesia
- Speedy Tour d'Indonesia Dapat Tingkatkan Citra Indonesia
- Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
- TELKOM Kembali Membangun Fastel Di Pulau-Pulau Terluar Indonesia
- Luncurkan Promo Poin Reward Bertajuk “Telepon Rumah Rezeki Tumpah”
Kinerja TELKOM Tergantung Dari Sisi Mana Melihatnya
Tanggapan atas Pemberitaan Bisnis Indonesia
Jakarta, 14 Agustus 2008 – Vice President Public and Marketing Communication PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menilai bahwa kinerja Telkom Semester I/2008 mencerminkan resiko dari serangkaian kebijakan yang harus diambil Telkom untuk meningkatkan kinerjanya dalam jangka panjang. Diakuinya, perkembangan regulasi di sektor telekomunikasi juga turut memengaruhi kinerja Telkom namun pengaruh tersebut bersifat jangka pendek saja.
Meski pencapaian laba bersih Semester I/2008 tercatat sebesar Rp 6,29 triliun yang berarti mengalami penurunan sebesar 4,94% dibandingkan laba bersih periode yang sama pada 2007 sebesar Rp 6,62 triliun namun sesungguhnya pendapatan usaha (konsolidasian) Telkom sendiri tumbuh 6%. Demikian halnya, dari sisi pencapaian operasional telah terjadi pertumbuhan yang signifikan, seperti meningkatnya jumlah pelanggan ( subscribers ) dari portofolio layanan Telkom di luar fixed line (yang tumbuh -1% karena memang secara alamiah produk tersebut menjauh dari lifestyle masyarakat). Produk akses broadband Speedy misalnya, tumbuh +135% dari semula hanya 167 ribu SSL (Satuan Sambungan Layanan) pada Semester I/2007 menjadi 392 ribu SSL pada Semeser tahun 2008, demikian juga Flexi dan Seluler yang masing-masing tumbuh +45% dan +22%.
Di sisi lain, menurut Eddy Kurnia, penurunan tarif interkoneksi tentunya juga tidak kecil pengaruhnya terhadap pendapatan Telkom, juga keluarnya kebijakan migrasi Flexi dari frekuensi 1.900 MHz ke 800 MHz di Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Namun demikian, karena regulasi tersebut ditujukan untuk kepentingann yang luas, Telkom mendukungnya, tentu dengan segala konsekuensinya.
Rangkap Jabatan
Terkait dengan pemberitaan Bisnis Indonesia berjudul “Dirut Telkom didesak lepas jabatan rangkap” (14/8, hal. T1), Eddy mengatakan bahwa ada yang perlu dikoreksi dari pemberitaan tersebut karena menyebutkan realisasi laba bersih Telkom Semester I/2007 sebesar Rp 12,47 triliun, padahal seharusnya Rp 6,625 triliun. Kekeliruan ini tentu sangat mengganggu, selain karena perbedaannya yang sangat besar, juga karena dijadikan dasar perbandingan yang bisa berdampak negatif terhadap persepsi publik.
Mengenai jabatan rangkap Dirut Telkom yang dinilai sebagai faktor yang mengganggu kinerja Telkom, Eddy Kurnia menyatakan tidak sependapat. Kita tidak melihat jabatan rangkap Dirut Telkom saat ini mengganggu kinerja Telkom, karena ada serangkaian faktor penyebab yang jelas dari pencapaian kinerja Telkom pada Semester I/2008, seperti kebijakan penurunan tarif interkoneksi yang berdampak pada tingkat rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU), pelaksanaan kebijakan migrasi Flexi yang memakan biaya dan mengikis pangsa pasar Telkom Flexi di Jakarta, Jabar dan Banten, dan lain-lain. Di samping itu, lanjutnya, kinerja Telkom dipandang turun atau naik sangat tergantung pada cara melihatnya. Laba bersih memang turun, tetapi pendapatan usaha naik, jumlah subscriber Flexi dan Speedy tumbuh signifikan, jumlah pelanggan seluler juga tumbuh dua digit, demikian juga sinergi group semakin kuat. Bahwa fixed line mengalami penurunan, menurut Eddy Kurnia, hal tersebut merupakan sesuatu yang takterelakkan karena operator telekomunikasi secara alami di manapun di dunia, produk fixed line diprediksikan mengalami penurunan. Itu sebabnya, lanjutnya, Telkom secara aktif mengembangkan berbagai produk baru yang disebut sebagai new wave business .
Tentang posisi Rinaldi Firmansyah sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Sandhykara Putra Telkom, menurut Eddy, posisi itu bukanlah ex-officio . Yang bersangkutan memang ditunjuk oleh para pengurus yayasan, dan itu tidak dalam posisi yang akan mengganggu konsentrasinya sebagai Dirut Telkom. Sedangkan jabatan Rinaldi Firmansyah sebagai Komisaris Utama Telkomsel tak lepas dari misi Telkom sendiri untuk semakin memperkuat sinergi Group. “Justru itu akan mempermudah upaya membangun sinergi Group yang akan berdampak pada kinerja bisnis Telkom sendiri,” ujar Eddy Kurnia.
Yayasan Sandhykara Putra Telkom (YSPT)
Yayasan Sandhykara Putra Telkom (YSPT) yang disebut-sebut dalam pemberitaan Bisnis, menurut Eddy Kurnia, adalah salah satu yayasan di bawah pembinaan Telkom yang bertugas mengembankan pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah, dasar dan menengah, hingga akademi. YSPT ini didirikan oleh para istri karyawan Telkom yang pada awalnya bertujuan memfasilitasi kebutuhan pendidikan putra putri karyawan dan penduduk di sekitar kantor-kantor Telkom. Namun dalam perkembangannya, masyarakat umum pun mempercayakan pendidikan putra-putri mereka ke sekolah-sekolah di bawah naungan YSPT.
Hingga tahun 2008, YSPT telah mengelola 46 lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai kota seperti di Bandung, Jakarta, Purwokerto, Malang, Banjarbaru, Medan, Makassar dan kota-kota lainnya. Jumlah siswa dan mahasiswa yang tercatat saat ini lebih dari 10.000 orang. ”Para lulusan sekolah-sekolah tersebut bukan hanya dimanfaatkan oleh Telkom Group, tetapi juga diserap oleh industri telekomunikasi di Indonesia,” ujar Eddy Kurnia. Ini, katanya, menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikan YSPT terhadap industri telekomunikasi di Indonesia sangat berarti.
Agar kehadiran lembaga-lembaga pendidikan di bawah YSPT bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang kurang mampu, YSPT menyelenggarakan berbagai program, antara lain pemberian beasiswa dan program anak asuh. Hingga kini, sudah lebih dari 5.000 siswa mulai tingkat SD hingga pendidikan tinggi telah menerima beasiswa YSPT.
Selain beasiswa YSPT juga telah memberikan bantuan kepada anak asuh intern sebanyak 4.367 anak dan bekerjasama dengan GN-OTA telah menyalur bantuan kepada 17.533 anak. Melalui YSPT, juga telah disalurkan 146 beasiswa dari Telkom untuk siswa-siswi YSPT yang tidak mampu tetapi berprestasi.YSPT juga telah membantu pembangunan 12 gedung serbaguna yang diserahkan kepada masyarakat.
YSPT tidak hanya berkiprah di bidang yang langsung terkait dengan pendidikan, tetapi juga di bidang sosial. Menurut Eddy, hal ini sudah menjadi komitmen YSPT yang dikelola secara profesional itu, tertuang dalam salah satu misinya, yakni memberikan pelayanan terhadap masyarakat tertinggal/kurang mampu melalui bantuan dana pendidikan, pengadaan sarana/prasarana berupa gedung serbaguna, penyediaan sarana pelatihan tenaga kerja serta kegiatan sosial lainnya. ”Kami berpendapat, langkah-langkah tersebut bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Eddy Kurnia.
Untuk Keterangan Lebih Lanjut, Hubungi :
Eddy Kurnia
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-22-4527455
Fax. 62-22-4521411
Email : eddy_k@telkom.co.id
Website : www.telkom.co.id


