Jusman Syafii Djamal, 57 tahun, menjabat Komisaris Utama TELKOM sejak tanggal 17 Desember 2010. Sebelumnya beliau menjabat beberapa posisi penting, termasuk Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu I dari tahun 2007 hingga 2009, Presiden Direktur (2000-2002) dan Direktur SDM (1998-2000) PT. Dirgantara Indonesia dan Pimpinan Technical Group dalam penentuan roadmap industri Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Masih menjabat sebagai Komisaris Independen PT Jasa Angkasa Semesta Tbk yang bergerak dalam bidang layanan bandar udara, Pimpinan Matsuhita Gobel Foundation dan Anggota Komite Nasional Inovasi Republik Indonesia. Menyandang gelar sarjana Aerodinamika dan Desain Pesawat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1989, penerima Hak Kekayaan Intelektual berupa paten No. ID 0 021 669 bersama alm Bambang Pamungkas untuk Digital Flight Control System dari Direktur Jendral HAKI pada tahun 2008 dan menerima penghargaan Ganseha Pradjamanggala Bhakti Adiutama dari ITB di tahun 2009
2. Bobby A.A Nazief (Commissioner)
Bobby A.A. Nazief, 50 tahun, telah menjabat Komisaris TELKOM sejak 19 September 2008. Beliau juga menjabat Penasihat Senior Teknologi Informasi bagi Menteri Keuangan Republik Indonesia. Sebelumnya, beliau pernah menjabat Penasihat Senior TI bagi Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan Direktur Pusat Ilmu Komputer, Universitas Indonesia. Beliau juga dosen di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Beliau meraih gelar PhD di bidang Ilmu Komputer dari Universitas Illinois di Urbana-Champaign
3. Mahmuddin Yasin, (Commissioner)
Mahmuddin Yasin, 55 tahun, menjabat Komisaris TELKOM sejak 29 Juni 2007. Beliau merupakan pimpinan Sekretariat Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah sebelumnya menjabat sebagai Deputi Restrukturisasi dan Privatisasi Kementerian BUMN, Direktur Privatisasi BUMN dan Deputi Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Selain itu menjabat sebagai Komisaris Utama PT Socfin Indonesia sejak 11 April 2005 dan Komisaris Utama PT Pupuk Sriwijaya sejak 8 Juli 2004. Pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Rumah Sakit Kanker Dharmais (2001-2003) dan Komisaris PT Indo Farma, Tbk (2002-2003). Setelah berhasil meraih gelar sarjana dalam bidang Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, beliau berhasil meraih gelar MBA dari Washington University, St. Louis, USA
4. Rudiantara (Commissioner Independent)
Rudiantara mengawali kiprah telekomunikasinya di PT Indosat pada tahun 1985, kemudian ditugaskan sebagai Direktur Niaga PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) (1995-1996), Direktur Operasi PT. Telekomindo Primabhakti Corporation dan Direktur Keuangan PT Indonusa Telemedia atau Telkom Vision. Beliau bergabung dengan PT Exelcomindo Pratama (XL) sejak tahun 1997 sebagai Direktur Marketing, menjabat sebagai Direktur Corporate Affairs (2002), Direktur Sales, Marketing and Business Solution (2005) serta turutmenyiapkan Initial Public Obligation (IPO) XL pada awal 2006. Beliau adalah Sarjana Statistika Universitas Padjadjaran (1984) dan Master of Business Administration dari IPPM Jakarta (1988). Menjabat sebagai Komisaris Independen Telkom sejak 17 Desember 2010.
4. Johny Swandi Sjam (Commissioner Independent)
Johny Swandi Sjam, 41 tahun, menjabat Komisaris Independen TELKOM sejak tanggal 17 Desember 2010. Beliau berkiprah di bisnis telekomunikasi dan bergabung dengan PT Indosat sejak tahun 1988 serta menjabat sebagai Presiden Direktur PT Indosat (2007-2009). Kini menjabat sebagai Komisaris PT Inti dan Ketua Komite Tetap bidang Infrastruktur dan Jasa Telekomunikasi Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Merupakan Sarjana Manajemen Informatika Universitas Gunadharma (1988), setelah sebelumnya mengambil pendidikan Diploma III Ahli Teknik Komputer Institut Teknologi Bandung (1983). Beliau juga mengambil pendidikan Diploma IV Manajemen Industri Sekolah Tinggi Manajemen Industri Departemen Perindustrian (1989) dan Master Administrasi dan Kebijakan Bisnis Universitas Indonesia (2001). Pernah mendapatkan penghargaan “Satyalencana Pembangunan” pada tahun 2006 dan Roll of Honor Asia Business Leaders Awards CNBC tahun 2008