Pasuruan, 11 Januari 2010 - Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga Sabtu malam, 9 Januari 2010 membuat kawasan Kota Pasuruan dan 5 kecamatan di Pasuruan terendam banjir. Banjir terjadi akibat banyaknya sampah yang menumpuk di sepanjang aliran Sungai Gembong sehingga air meluber ke jalan-jalan dan menggenangi desa di 5 Kecamatan antara lain Andaan, Rembang, Pohjentrek, Kraton dan Bangil.
Terjangan banjir menyebabkan jebolnya tembok di samping Sentral Telepon Otomat (STO) Bangil dan menyebabkan 5000 dari 7000 Satuan Sambungan Telepon (SST) putus pada pukul 21.00 Waktu Indonesia Barat. Para Karyawan TELKOM dari Divisi Infratel, Divisi Akses dan Divisi TELKOM Flexi segera melakukan tindakan yang diperlukan untuk memulihkan kembali sambungan telepon. Kurang dari 24 jam kemudian yaitu pada Hari Minggu, 10 Januari 2010 pukul 14.26 Waktu Indonesia Barat STO Bangil kembali normal dan layanan telekomunikasi bisa dipergunakan warga.
3 orang tewas warga tewas dalam musibah ini. Banjir juga melumpuhkan aktivitas kantor-kantor swasta dan pemerintah. Sekolah-sekolah terpaksa diliburkan karena rata-rata bangunan di pasuruan terendam banjir setinggi kurang lebih satu meter.