Kamis pagi (10/2), Menteri BUMN, Mustafa Abubakar, membuka seminar setengah hari yang berjudul Collaboration Business & Technology Outlook 2011 dengan tema “Accelerating Business Growth Through Collaboration in Technology“. Acara yang diselenggarakan oleh BUMN Forum bekerjasama dengan Majalah Warta Ekonomi ini berlangsung di Peony-Tulip Room, Mulia Hotel Jakarta. Seminar tersebut menghadirkan Sofyan Wanadi selaku Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia dengan presentasi Business Collaboration, dan Eko Indrajit yang memprestasikan tentang “Technology Collaboration”. Sementara itu Talkshow Kolaborasi Teknologi sebagai Kunci Sukses Pengembangan Bisnis mengundang Direktur IT & Supply Telkom, Indra Utoyo, Direktur Teknologi & Operasi Bank Mandiri, Kresno Sediarsi, Direktur Keuangan PT Semen Gresik, Cholil Hasan, sebagai pembicara dan moderator Pengamat Ekonomi, A. Prasetyantoko. Menteri BUMN dalam sambutannya mengatakan, secara garis besar ada 4 tahapan peran teknologi informasi di suatu perusahaan, pertama, sebagai tools untuk piranti yang memfasilitasi percepatan dan efisiensi dari berbagai proses rutin di perusahaan. Kedua, teknologi informasi dapat dikembangkan untuk menjadi fasilitator penyelesaian permasalahan yang sebelumnya mengganjal operasional dan ekspansi perusahaan. "Ketiga, menjadi driver atau wahana untuk inovasi kecepatan produk baru yang mendukung perluasan pasar perusahaan. Keempat, akan menjadi transformer yang akan menjembatani atau mendorong perubahan perusahaan ke arah yang lebih baik. Transformasi ini bisa secara total mengubah tidak hanya mekanisme perusahaan tapi bentuk jenis produk perusahaan beserta dengan segala target pasarnya," paparnya. Ia menambahkan, dengan mengambil contoh Telkom yang melakukan perubahan paradigma penggunaan teknologi informasi sebagai pendorong pertumbuhan utamanya. Telkom beralih dari perusahaan berbasis aset menjadi berbasis konsumen dan menambah cakupan jasanya dari sekedar telekomunikasi menjadi TIME (telekomunikasi, informasi, media, dan edutaiment). Disampaikannya pula bahwa teknologi computing diharapkan mampu menjembatani kebutuhan perusahaan dalam melakukan kolaborasi, yang selanjutnya mendukung penerapan konsep suatu organisasi untuk mengelola teknologi dengan memanfaatkan IT, yaitu menyederhanakan beraneka ragam proses terkait pengelolaan. Di akhir sambutannya, Mustafa berharap sinergi yang sudah ada harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Sementara Sofyan Wanadi mengatakan bahwa lokomotif penggerak pembangunan dengan pertumbuhan 6,1% yang kita hasilkan adalah BUMN dan Swasta. Ia mengharapkan BUMN harus menjadi tuan rumah di negara sendiri. "Sedangkan investasi asing hanyalah pelengkap, bukannya pemain utama. Kalau tidak maka habislah kita, dimana posisi kita sebagai bangsa atau pengusaha nasional?" ujarnya. Maka dirinya menghimbau agar kesempatan ini dijadikan media untuk sinkronisasi dan mencari upaya menyinergikan kemampuan kita menjadi tuan di negeri sendiri. Selanjutnya Indra Utoyo dalam presentasinya yang berjudul Kolaborasi sebagai Kunci Sukses Pengembangan Bisnis, mengungkapkan bahwa inovasi menjadi kunci penting dalam kolaborasi, yang kemudian disempurnakan. "Top 3 benefits of BUMN synergy yaitu cost competitveness, customer services improvement, dan competitive business grow. Kesimpulannya bahwa penggunaan IT mau tidak mau harus meningkatkan efisiensi dalam competitiveness dan IT bukan sekedar teknologi, IT adalah konsep," pungkasnya.