(dalam miliar Rupiah, kecuali untuk laba bersih per lembar saham dan laba bersih per ADS)
31 Des 2005
31 Des 2006
31 Des 2007
31 Des 2008
31 Des 2009
Jumlah Pendapatan Usaha
41.807
51.294
59.440
60.689
64.597
Jumlah Beban Usaha
24.636
29.701
32.967
38.382
41.994
EBITDA* )
25.660
31.716
37.067
34.621
36.560
LABA USAHA
17.171
21.593
26.473
22.307
22.603
(Beban) Penghasilan lain-lain bersih
(929)
400
(877)
(1.995)
(254)
LABA SEBELUM PAJAK
16.242
21.994
25.596
20.312
22.349
LABA BERSIH
7.994
11.006
12.857
10.619
11.332
Laba Bersih per saham dasar
396,51
547,15
644,08
537,73
576,13
Laba Bersih per ADS (40 saham seri B per ADS)
15.860,25
21.886,00
25.763,20
21.509,20
23.045.20
Rasio Keuangan dan Operasi Konsolidasian
31 Des 2005
31 Des 2006
31 Des 2007
31 Des 2008
31 Des 2009
Laba Bersih per Total Aset (ROA)1(%)
12,9
14,6
15,7
11,6
11,6
Laba Bersih per Ekuitas (ROE)2(%)
34,3
39,2
38,1
30,9
29,1
Rasio Lancar3 (%)
76,3
67,8
77,3
54,2
60,6
Total Kewajiban per Total Aset4 (%)
52,4
51,7
47,5
51,8
48,8
Marjin Usaha5 (%)
41,1
42,1
44,5
36,8
35,0
Rata-rata Kolektibilitas Piutang6 (Hari)
31,2
26,5
20,6
21,4
21,4
Marjin EBITDA 7 (%)
61,4
61,8
62,4
57,0
56,6
Marjin Laba Bersih8 (%)
19,1
21,5
21,6
17,5
17,5
Hutang per Ekuitas9 (%)
57,9
54,8
46,7
57,6
56,1
Hutang per EBITDA(%)
52,5
48,5
42,5
57,1
59,8
EBITDA per Beban Bunga10 (Kali
21,8
24,7
25,8
21,9
18,3
EBITDA per Hutang Bersih11(%)
322,7
454,9
677,7
276,0
267,5
RASIO PRODUKTIVITAS :
Total Pendapatan Usaha/Karyawan (Rp miliar)
1,2
1,5
1,8
2,0
2,2
LIS/Karyawan (sst)
452,4
465,9
593,3
876,8
1.015,6
(1) ROA merupakan laba bersih dibagi total aset pada akhir tahun. (2) ROE merupakan laba bersih dibagi total ekuitas pada akhir tahun. (3) Rasio lancar merupakan aset lancar dibagi kewajiban jangka pendek pada akhir tahun. (4) Total kewajiban per total aset merupakan total kewajiban dibagi total aset pada akhir tahun. (5) Marjin usaha merupakan laba usaha dibagi pendapatan usaha. (6) Rata-rata periode kolektibelitas piutang merupakan jumlah piutang usaha dibagi dengan pendapatan usaha dikali 365 hari. (7) Marjin EBITDA merupakan EBITDa dibagi pendapatan usaha. (8) Marjin laba bersih merupakan laba bersih dibagi pendapatan usaha. (9) Hutang per ekuitas merupakan total hutang dibagi total ekuitas pada akhir tahun. (10) EBITDA per beban bunga merupakan EBITDA dibagi beban bunga. (11) EBITDA per hutang bersih merupakan EBITDA dibagi total kewajiban yang dikurangi kas dan setara kas, penyertaan sementara dan rekening
escrow pada akhir tahun.
*) EBITDA merupakan laba usaha sebelum penyusutan dan amortisasi. EBITDA dan rasio-rasio terkait lainnya yang terdapat dalam laporan
tahunan ini adalah sebagai indikator tambahan atas kinerja dan tingkat likuiditas perusahaan yang tidak diwajibkan oleh disajikan sesuai
dengan PSAK Indonesia.EBITDA tidak merupakan indikator dari kinerja atau likuiditas keuangan TELKOM sesuai dengan PSAK Indonesia
dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti dari laba bersih, laba usaha atau pengukur kinerja lainnya yang didapat sesuai dengan PSAK
Indonesia atau sebagai pengganti dari arus kas yang didapat dari kegiatan operasional sebagai indikator dan tingkat likuiditas perusahaan.
TELKOM menganggap bawah EBITDA adalah indikator yang efektif dalam mengukur kinerja operasional perusahaan karena mencerminkan
biaya kas operasional dengan menghapus penyusutan dan amortisasi Metode yang digunakan untuk menghitung EBITDA mungkin saja berbeda
dengan istilah yang digunakan oleh perusahaan lain untuk EBITDA.Berikut ini adalah rekonsilidasi laba usaha TELKOM
Dimuat pada tanggal 22 April, 2010 Sumber: Laporan Tahunan TELKOM 2009 (disampaikan kepada Bapepam-LK pada tanggal 8 April 2010)