. 09 Februari 2012   | Home | Contact |       
 
.
.
  • Info Perusahaan
    • Telkom
    • Telkom International
    • Mitratel
    • Pramindo
    • Telkomsel
    • Metra
    • Infomedia
    • Telkom Vision
    • Graha Sarana Duta
    • SIGMA
    • Finnet
    • Laporan Keberlanjutan
    • e-Rekrutmen
    • Mitra Bisnis
    • IFRS
    • Kinerja Layanan Jaringan Telepon Tetap
  • Produk & Layanan
  • Hubungan Investor
    • Profil Perusahaan
    • Informasi Saham
    • Tata Kelola Perusahaan
    • Laporan-Laporan
    • Siaran Pers
    • Informasi RUPS
    • Email Alert
    • Presentasi & Conference Call
    • Kontak Hubungan Investor & Alamat Kustodian
    • Daftar Istilah & FAQ
  • Pojok Media
    • Siaran Pers
    • Berita TELKOM
    • Media Kit
    • Pustaka Multimedia
    • Kontak
    • Artikel Infokom
  • Telkom Peduli
    • Pembinaan Usaha Kecil
    • Kegiatan Sosial
    • Kegiatan Keagamaan
    • Kegiatan Pendidikan Budaya Olahraga
    • CO-OP
  • Layanan Pelanggan
    • Kantor Pelayanan
    • Keluhan Pelanggan
    • Pertanyaan & Saran Pelanggan
    • Permohonan
    • Informasi Tagihan
    • Telkom e-Service
    • Informasi Kode Area dan Negara
    • Cara Pembayaran Tagihan
.
.
.
.
  • Hubungan Investor
  • Profil Perusahaan
  • .
  • Informasi Saham
  • .
  • Tata Kelola Perusahaan
  • .
  • Laporan-Laporan
  • .
  • Siaran Pers
  • .
  • Informasi RUPS
  • .
  • Presentasi & Conference Call
  • .
  • Kontak Hubungan Investor & Alamat Kustodian
  • .
  • Daftar Istilah & FAQ
  • .
    FAQ Tentang Saham
    .
    FAQ Tentang ADR
    .
  • Email Alert
 
.
.
Hubungan Investor

FAQ Tentang ADR

Share |
  

Apa yang dimaksud dengan American Depository Receipt (ADR)?

  • American Depositary Receipt (ADR) adalah sertifikat investasi pada saham perusahaan non-Amerika Serikat (AS). Saham perusahaan non-AS tersebut diperdagangkan di bursa negara asal di luar AS, sedangkan ADR diperdagangkan di bursa AS. Mekanisme ini memungkinkan investor AS berinvestasi secara langsung pada saham emiten asing (non-AS). ADR pertama kali diperkenalkan pada tahun 1927.
  • Issuer (emiten) adalah perusahaan non-AS yang menggunakan ADR untuk mendapatkan modal, membangun ekuitas merek di Amerika, dan meningkatkan valuasi sahamnya.
  • Investor: investor AS dapat menggunakan ADR sebagai sarana yang nyaman untuk melakukan diversifikasi portofolio mereka melalui investasi secara global.
  • Bank: Dua jenis bank pada umumnya terlibat dalam mengelola ADR di bursa AS: sebuah Bank Investasi dan Bank Depositary. Bank Investasi melakukan pembelian saham asing dan menawarkan saham mereka untuk dijual di AS sedangkan Depositary Bank menangani penerbitan dan pembatalan sertifikat ADR mengacu pada saham biasa berdasarkan permintaan investor, serta layanan lainnya yang diberikan kepada emiten ADR naumun tidak termasuk melakukan penjualan ADR.  

Bagaimana Mekanisme ADR Bekerja?

  • Untuk menerbitkan ADR, bank investasi/bank kustodian membeli saham di pasar lokal  (misal di Indonesia) dan menerbitkan ADR di pasar AS.  
  • Sebagai contoh, Bank of New York Mellon (BoNY Mellon) membeli 25 juta saham perusahaan non-AS yakni PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) di Bursa Efek Indonesia tempat saham TELKOM diperdagangkan. Kemudian BoNY Mellon akan mendaftarkannya ke SEC dan selanjutnya menawarkan saham TELKOM dalam bentuk ADR bagi investor AS yang berminat.
  • ADR TELKOM dihargai dalam mata uang dolar, dan BoNY Mellon dapat mengajukan pencatatkannya ke NYSE. Dengan demikian BoNY Mellon mengemas ulang saham TELKOM atas dasar saham TELKOM yag dimilikinya kemudian memperdagangkannya seperti halnya terhadap saham lain di NYSE.
  • BoNY Mellon mengambil fee pengelolaan atas upayanya, dan jumlah saham TELKOM yang diwakili oleh ADR secara efektif akan berkurang sehingga harganya akan turun sedikit; atau dengan cara TELKOM secara langsung membayar BoNY Mellon fee sebagai imbalan atas upaya mereka menciptakan pasar AS bagi TELKOM. Secara alami, fluktuasi mata uang akan mempengaruhi harga saham ADR dalam US Dollar.

Penetapan (settlement) ADR
Contoh: Pemegang saham AS melakukan pembelian di New York Stock Exchange
1. Kontak broker investor AS dengan instruksi untuk membeli ADR
2. Atau, pialang saham AS menghubungi pialang saham lokal untuk membeli saham di pasar lokal Pialang membeli ADRyang ada di NYSE
3. Pialang lokal membeli saham di pasar saham lokal
4. Saham yang didepositkan pada kustodian lokal Bank of New York Mellon
5. Kustodian lokal meng-kredit rekening/account Bank of New York dan menginstruksikan Bank of New York Mellon untuk menerbitkan ADR
6. Bank of New York Mellon menyerahkan ADR ke rekening pialang AS melalui DTCC
7. DTC meng-kredit ADR pada rekening pialang AS atas nama investor.

Apakah Saja Aspek-aspek Teknis ADR?

  • Dividen: Dividen yang dibayarkan oleh TELKOM diterima oleh BoNY Mellon dan dibagikan kepada pemegang ADR TELKOM secara proporsional. Jika TELKOM menahan pajak (asing) dividen sebelum distribusi, maka BoNY Mellon akan menahan jumlah pembayaran sebelum membagikann dividen kepada pemegang ADR, dan hal ini akan dilaporkan pada Form 1099-Div baik dividen kotor maupun jumlah pajak asing yang ditahan.
  • Kuasa: Hampir selalu negara lain (non AS) mengijinkan pemegang saham AS (BoNY Mellon dalam hal ini) memberikan suara mereka dalam setiap atau sebagaian besar masalah, dan pemegang ADR akan menerima surat suara yang akan diterima oleh BoNY Mellon, dan akan memberikan suara proporsional dengan jumlah suara pemegang ADR.  surat suara berdasarkan pertimbangan pemegang ADR.
  • Rasio: Depositary bank menetapkan rasio ADR per lembar saham. Rasio tersebut dapat kurang atau lebih besar dari 1. Pada dasarnya rasio ini adalah upaya untuk mendapatkan harga ADR yang nyaman bagi orang Amerika, sehingga dalam tiap penerbitan, sebagaian besar harga ADR berkisar antara $ 15 dan $ 75 perlembar. Jika di negara asal nilai saham sangat rendah maka ADR akan mewakili sejumlah banyak saham. Jika harga saham setara dengan beberapa ratus dolar AS maka setiap ADR hanya merupakan pecahan dari saham tersebut.
  • Harga: Sekarang tentang siapa yang menentukan harga ADR: tentu itu tergantung pada permintaan dan penawaran.  Namun jika harga di AS terlalu jauh dari harga di negara asal (Penghitungan untuk nilai tukar mata uang dan rasio ADR)
ADR memfasilitasi perdagangan efek lintas negara untuk menarik dana melalui penawaran ekuitas global kepada investor AS dan non-AS
 
  • Bukti empiris menunjukkan bahwa Program ADR menambah nilai perusahaan dan meningkatkan likuiditas sehingga menguntungkan baik emiten maupun investor.
  • Adanya ADR menambah sinyal kuat dari emiten kepada bursa AS akan itikat pengungkapan, keterbukaan yang lebih baik dan tata kelola yang unggul
  • Program ADR memberi bursa AS sinyal kuat akan tatakelola perusahaan yang unggul akibat meningkatnya reputasi emiten dengan investor.

Bagaimana Struktur dan Proses US Proxy Voting?

  • TELKOM ("emiten") memberitahu Bank of New York Mellon ("Depository") tentang RUPS yang akan dating
  • Memberitahukan tanggal RUPS
  • Meminta agar mendistribusikan materi RUPS dan ajakan pengambilan suara
  • Menetapkan Recording Date AS untuk menentukan pemegang ADR yang berhak memberikan suara dalam RUPS
  • Bank of New York Mellon memastikan rincian pemegang ADR mengacu pada nama-nama yang terdaftar sebagai pemegang ADR pada buku BoNY Mellon (sebagian besar adalah nominee holder dan bukan beneficial holder).
Sejumlah Besar Pemegang ADR memegangnya di “Jalan”
  • Pemegang ADR tercantum di dalam daftar Bank New York Mellon adalah "nominee holder dan bukan “beneficial holder”
  • Bagian terbanyak Pemegang ADR pada buku BoNY Mellon tercatat dengan nama Cede & Co ("CEDE")
  • CEDE adalah nomimee Depository Trust dan Clearing Corporation ( "DTCC").
  • DTCC adalah suatu badan kliring AS yang menyediakan layanan kliring bagi para bank peserta kliring dan pialang saham
  • BoNY Mellon memberitahu kepada CEDE tentang RUPS mendatang dan menerima dari CEDE rekaman/record bank peserta kliring dan pialang yang mengambil posisi di ADR TELKOM
Permohonan Proxi ADR
  • Setelah diberitahu oleh BoNY Mellon tentang RUPS mendatang, DTCC menerbitkan sebuah "“omnibus proxy”" kepada para bank pesertanya dan para pialang.
  • Bank peserta dan pialang meberitahukan kepada beneficial owner tentang ADR yang mereka dapat pergunakan hak suaranya
  • Dalam rangka megirimkan proxy material kepada klien mereka, secara maya semua bank dan pialang melalui CEDE menggunakan kekuasaan jaksa untuk mengangkat Automatic Data Processing Inc (“ADP”) sebagai agen mereka.
  • ADP membagikan proxi material (dengan memakai nomor CUSIP untiuk mengenali efek yang memenuhi syarat untuk memberikan suara di RUPS.
Pengumpulan Tanggapan an Tabulasi Suara
  • ADP menyediakan berbagai macam sarana bagi pemegang ADR untuk mememberikan instruksi suara (yakni surat pos, telepon atau internet).
  • ADP mengumpulkan tanggapan dan menabulasikan suara yang masuk
  • Setelah proses selesai, ADP menerbitkan "ADP client proxy" yang mencerminkan total suara atas nama bank-bank dan para pialang yang menjadi kliennya.
  • Proxi klien ADP diserahkan ke BoNY.
  • BoNY Mellon mencocokkan jumlah instruksi suara setiap bank dan pialang klien ADP dengan omnibus proxy dari CEDE pada posisi record date untuk masing-masing bank dan pialang tersebut.
Perwakilan ADR di RUPS
  • Jumlah ADR yang diwakili oleh kuasa klien ADP, bersama dengan jumlah dari ADR yang diwakili oleh instruksi suara dari pemegang ADR terdaftar diubah oleh BoNY menjadi jumlah saham biasa yang akan ikut pengambilan suara dalam RUPS TELKOM.
  • Konversi dilakukan berdasarkan rasio yang berlaku antara ADR dengan saham biasa yakni 1:40.
Dimuat pada tanggal 16 September, 2009 
.
 
.
.
Hakcipta © 2010 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk
T1:0.12212Seconds

.